Mengenal Beragam Jenis Ayam Aduan

MenangBanyak.com -Bagi pecinta sabung ayam, adu ayam merupakan permainan yang menarik dan mampu memompa adrenalin. Di arena sabung ayam, ayam aduan atau dikenal juga sebagai ayam petarung, akan bertarung dengan ayam petarung lainnya sampai salah satunya dinyatakan sebagai pemenangnya.

Ayam aduan yang memenangkan pertarungan akan mendapat perhatian khusus. Selain itu, nilai jual ayam petarung tersebut juga akan meningkat. Harganya bisa naik beberapa kali lipat, bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Pamor sang pemilik pun akan naik.

Namun, diperlukan kiat-kiat khusus agar Anda dapat Menang Banyak dari permainan Sabung Ayam ini. Tidak asal mengikuti permainannya. Mengenal asal-usul dan karakteristik dari setiap ayam aduan merupakan langkah awal untuk menguasai permainan ini lebih jauh lagi.

Berikut adalah jenis-jenis ayam aduan:

Ayam Bangkok

Ayam jenis ini tentu tidak asing lagi sebagai petarung andal. Di pasaran juga banyak ditemukan ayam bangkok, baik yang benar-benar impor maupun hasil persilangan lokal. Ayam bangkok dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa saat bertarung di arena.

Ayam bangkok memiliki postur tubuh yang gagah. Saat bertarung di arena, ia pantang menyerah, agresif, sangat lincah, dan memiliki pukulan keras.

Gambar 1. Ayam bangkok

 

Ayam Birma

Ayam dari Myanmar ini punya ukuran lebih kecil dibandingkan dengan ayam bangkok.  Beratnya sekitar 2-2,5 kilogram.  Saat bertarung, ayam Birma sangat taktikal alias memiliki taktik yang tinggi. Sangat cerdik.

Menyadari kelemahan tubuhnya yang kecil, ayam birma tak jarang terlihat sering berlari dan membiarkan lawannya menyerang. Namun, begitu ada kesempatan, ayam aduan ini akan langsung menyerang balik. Pukulan utama ayam birma saat menyerang selalu diarahkan ke area telinga dan kedua mata lawannya. Cerdik namun terkadang licik, itulah karakternya.

Gambar 2. Ayam Birma

Ayam Siam

Di beberapa daerah penyebutan nama ayam ini berbeda. Di Jakarta dan Jawa Barat, ayam ini disebut juga ayam wareng. Namun di daerah lain, kadang orang menyebutnya sebagai ayam bangkok karena perawakannya yang memang mirip dengan ayam bangkok.

Ayam ini punya tampang yang mirip dengan ayam kampung. Memiliki jalu (taji) yang tajam. Ia juga memiliki kecepatan pukulan yang mematikan. Sayangnya, ayam ini punya mental dan daya tahan yang kurang baik.

Gambar 3. Ayam Siam

Ayam Shamo

Berasal dari Jepang, ayam jenis ini memiliki berat hingga 6 kilogram. Bentuk tubuhnya terlihat sangat gagah, apalagi ketika berdiri tegak lurus hingga 90 derajat. Beberapa kalangan menyebutnya “Ninja Mini” karena punya semangat tempur dan bermental baja. Kelebihan lainnya adalah akurasi pukulannya yang selalu tepat sasaran.

Ayam shamo merupakan ayam aduan dari Jepang, dan merupakan keturunan ayam bangkok dari Thailand. Tidak perlu heran sebab dalam bahasa Jepang sendiri, Shamo mempunyai arti negara Siam atau Thailand.

Salah satu ciri ayam Shamo yang asli terletak pada pial atau jenggernya yang punya bentuk segitiga belah atau walnutcomb. Dalam bahasa Jawa, jengger ini sering disebut dengan istilah jengger telon.

Gambar 4. Ayam Shamo

Ayam Saigon

Sedikit berbeda dengan ayam aduan lainnya, ayam asal Vietnam ini tidak ditumbuhi bulu di sekitar leher dan kepala. Tampangnya yang demikian sering membuat ciut nyali lawannya. Ketika bertarung, ayam saigon punya pertahanan yang baik karena tahan banting terhadap pukulan lawan. Sayangnya, gaya menyerangnya cukup buruk dibandingkan dengan ayam petarung lainnya.

Gambar 5. Ayam Saigon

Ayam Filipina

Selain memiliki variasi warna, ayam filipina ini juga memiliki jalu yang dapat diandalkan di arena sabung. Meski kakinya agak kecil, ayam ini dapat melontarkan tendangan keras ke arah lawannya.

Ayam filipina ini memiliki kombinasi serangan yang mematikan: sembari menendang dengan tajinya, di saat bersamaan ia bisa mematuk kepala musuh saat duel di udara.

Gambar 6. Ayam Filipina

Ayam Brasil

Ayam brasil merupakan jenis ayam yang berasal dari keturunan ayam shamo. Perawakannya mirip dengan ayam pelung di Jawa Barat. Bentuk badannya tinggi, tulangan kasar, namun tidak begitu gesit. Antara kaki dan tubuh terlihat kurang proporsional.

Saat bertarung, ayam ini biasanya agak terlambat “panas”. Namun, setelah beberapa kali permainan, ia akan menunjukkan sifat aslinya sebagai petarung yang tidak mudah menyerah. Ia pantang untuk keluar arena dan lebih memilih menang atau mati di gelanggang. Ia petarung sejati.

Gambar 7. Ayam Brazil

Ayam Pama

Ayam pama merupakan hasil persilangan antara ayam bangkok dan ayam birma. Namun, seiring meningkatnya percobaan yang dilakukan para pecinta ayam aduan, ayam ini juga berhasil melahirkan generasi berikutnya hasil persilangan dengan ayam lainnya.

Sebagai ayam aduan hasil persilangan, saat bertarung ayam pama memiliki banyak variasi pukulan, hasil perpaduan serangan-serangan unik yang bertumpu pada induk rasnya. Ayam pama dikenal punya kemampuan menyerang lawannya dengan akurasi tinggi pada area kepala, mata, dan paruh.

Gambar 8. Ayam Pama

Ayam Pakhoe

Dikembangbiakkan secara modern, ayam ini memadukan 4 jenis sekaligus, mulai dari ayam bangkok, ayam birma, ayam saigon, dan ayam brasil. Ayam ini memang dikembangbiakkan untuk tujuan bisa mengalahkan ayam birma yang selalu menjadi jawara di kelas 3 kilogram.

Saat bertarung, ayam pakhoe ini terbilang lincah, memiliki pukulan yang cepat dan mematikan. Ia bisa menyerang dengan cara mematuk seluruh tubuh lawan. Bahkan, dengan kecerdikannya, ia bisa menyerang lawan dari arah bawah. Satu kelemahan ayam ini adalah daya tahannya yang kurang baik ketika bertanding terlalu lama.

Gambar 9. Ayam Pakhoe

 

Tinggalkan Balasan

ArtikelTerkait

No Content Available
Close Menu